Tidak sama

Hai kamu-ku yang dulu, aku merindukanmu. Bahkan sangat merindu.
Aku duduk termenung,mengingat ngingat sudah berapa banyak kenangan yang kita buat?

Berapa banyak hal yang sudah kita lakukan bersama-sama?suka maupun duka.
Aku teringat dulu,kamu begitu menjagaku,layaknya aku adalah seseorang yang sangat berarti bagimu. Kamu memperlakukanku bagai putri dan kau pangerannya. 
Kamu mengeluarkan kata-kata indah yang sampai sekarang aku ingat makna dari kata-kata itu. 

Kamu berusaha memberiku kabar sesibuk apapun kamu,kamu tak akan membiarkanku menunggu. Meskipun kenyataannya aku tetap menunggu. Menunggu seseorang yang akan memberiku secercah harapan bahagia pada hari itu.
Ketika kita berdua,kamu pasti akan mencari-cari topik sederhana untuk kita bicarakan,agar aku tidak jenuh. Menghiburku ketika aku mulai bosan dengan keadaan,dan memberikan senyum kekuatan untukku kala itu. 
Mengajakku berjalan-jalan ketika malam mulai menyapa. Dibawah bintang,suasana yang hening.. Masing-masing dari kita hanya diam,memandangi bintang,merasakan detik demi detik waktu untuk berdua. Membayangkan bagaimana jika suatu saat kita tidak bisa menikmati bintang berdua lagi?

Hembusan nafas yang ku dengar darimu. Seperti kamu yang benar-benar tak ingin malam itu berlalu dan tidak ingin kehilanganku.
Angin sepoi-sepoi yang menyejukkan hati,membuat damai,dan menenangkan pikiran. Menambah kesan indah pada malam itu. Dan aku teringat jelas memori indah tentang kamu,sayang.
Tak membiarkanku jalan seorang diri dibawah terik matahari yang sangat menyengat dan Tak membiarkanku terkena rintik-rintik hujan yang indah namun menyakitkan. Tak satupun hal menyakitkan yang kau biarkan terjadi padaku.
Namun,aku tahu. Kenyataan tak selamanya kenyataan. Tak selamanya berjalan sesuai dengan apa yang berputar di fikiran kita selama ini. Apa yang bisa terjadi,akan terjadi seiring berjalannya waktu. Kamu tidak selamanya menjadi kamu yang mengistimewakanku. Kamu tidak selamanya menjadi kamu yang selalu menjaga agar air mataku tidak turun karena kecewa. 
Aku rindu,sangat merindu. 

Advertisements

……

Ku tuangkan lagi cerita membosankanku ini. 
Fyuh,aku tidak tau mau memulainya darimana. Terlalu banyak yang aku ingin ceritakan disini.
Aku lelah aku lelah aku lelah. Aku bingung. Kenapa harus aku yang di posisi ini? Beberapa kali aku diabaikan,diacuhkan,tak dianggap,di buang. Padahal aku selalu menjadikan dia orang terbaik untuk aku menceritakan semua keluh kesahku. 

Kalaupun dia ada masalah,aku pasti menjadi orang pertama yang akan mendengarkan masalahnya. Tetapi,ya memang semua tak berjalan seperti apa yang aku inginkan. 
Beberapa kali aku tak di anggap,omonganku hanya menjadi angin lewat. Di toleh pun aku bersyukur. 

Aku bingung. Dia selalu diam diam tak menghiraukan ku. Aku salah apa,tuhan? Dia menyakiti perasaanku saja aku selalu menerima. Dia tak meminta maaf pun aku tak masalah,karena aku sudah berusaha lapang dada. Tapi terap saja dia begitu. 
Tak ada hujan,tak ada badai tibatiba ia tak menghiraukanku. Tatapannya seakan akan kesal padaku. Salahku apa? Aneh.

Tibatiba dia marah dia kesal dia bahkan bisa dikatakan mengamuk. Aku bingung tuhan.. 
Apapun yang aku lakukan seakan akan tidak salah. Apa aku harus diam saja?apa aku harus menerima dan menurutimu sepenuhnya? 

Ingatkah kamu?

Entah aku sudah berapa kali menceritakanmu disini. 

Lagi lagi,rasa gila ini menyerangku. Aku merasa kecewa terhadapmu saat ini.

Dulu,kamu begitu berusaha agar waktu bersamaku tak terbuang sia sia. Mengejar dan menunggu waktu bersama sama. 

Menghabiskan waktu bersama sama.

Semua terasa indah. Sangat indah.

Namun sekarang? Mungkin untuk menghubungiku saja kamu tak sempat,bahkan tak menginginkannya. 

Peluang waktu,dibiarkan begitu saja. 

Kamu tak menghiraukan kehadiranku. Tak menganggap sedikitpun. Aku kecewa. 

Hujan 

Hujan. 
Tetesan demi tetesan. Mengingatkanku akan sosokmu. Sesosok orang yang pernah ada di lubuk hati,dulu,mungkin bahkan sampai sekarang. Masih teringat jelas bagaimana kita dulu. Menanti nanti datangnya hujan. Jika hujan datang,kita akan bersorak layaknya kedua anak kecil yang polos dan lugu. Bersorak karena salah satu dari kita tak akan beranjak. Tak ingin hujan cepat reda,bahkan jika diizinkan oleh tuhan,kita berharap hujan akan terus menerus jatuh dari langit agar kita tetap berdua tak beranjak sekalipun. Agar kita tetap memandang keluar dan menikmati jatuhnya hujan. Tapi sekarang?aku menikmati itu sendirian. Aku bersorak sendirian. Aku tertawa sendirian. Sambil sesekali membayangkan ada sosokmu disampingku. Terngiang ngiang suaramu di telingaku,meskipun sebenarnya tak ada siapapun disampingku. Bahkan,terkadang air mata menetes dengan sendirinya. Hm mungkin karena terlalu rindu pada sosokmu. 

Time changes everyone

26.07.2016

Hai,lembar kosong. Aku ingin menuangkan secoret tulisan tidak pentingku.

Dulu.. 

Aku memiliki dia kekasihku. Memiliki dia sahabatku. Memiliki semua orang orang disekitarku yang mencintaiku dengan tulus. Yang bisa mengaliriku dengan segala kebahagiaan yang ada didunia.

Mereka berada didekatku,dengan penuh kasih. Tak sedikitpun membuatku kecewa atau menangis. Mungkin mereka membuatku menangis,tapi menangis haru. 

Mereka yang selalu siap membuat cerita cerita baru didalam perjalanan hebatku.

Namun.. 

Waktu merubah semuanya.

Seiring berjalannya waktu,mereka mulai menghilang dari duniaku,menghilang dari ceritaku. Bahkan,mereka tak ada untukku. 

Dia kekasihku,

Dia sahabatku,

Semua dia yang ada dihidupku berubah. 

Aku sungguh menyesali semuanya. Mereka berhenti di perjalanan hebatku. Mereka menghancurkan semua ceritaku. 

Aku hancur. 

Aku butuh mereka. 

Teruntuk kamu,f.

Aku hanya butuh itu

Ku buka lagi halaman ini.

Halaman yang hampir usang,karna tak pernah ku tulisi.

Hai kekasih hati,apa kabar?

Malam ini terasa sepi bagiku terasa perih,galau,dan gundah. Aku merasakan kesepian yang teramat sangat. Mereka mereka yang biasanya hadir dimalamku,seketika hilang. Mereka yang membuat kesan dimalamku,seketika pergi. Menyisakan hati yang pedih.  

Satu satunya harapanku,hanyalah kamu. Iya kamu. Yang kuharapkan. 

Kamu yang ku percayai bisa menemani malam sepiku ini. Kamu yang ku percayai bisa menghiburku disaat semua ketidak jelasan ini menyerangku. 

Aku butuh kehadiran-mu..

Aku butuh waktu-mu..

Hanya itu. 

Entah

Rintik hujan,lagi lagi membuatku ingin menulis lembar kosong ini. Menulis tentang bagaimana hati ini sekarang,yang serba salah. Iya serba salah.

Aku tak tahu apa yang ku rasakan saat ini. Aku merasa seperti ada yang berubah pada duniaku saat ini. 

Aku yakin setiap insan,pasti memiliki cerita masing masing pada kehidupannya. Seperti aku. 

Akupun memiliki cerita yang setiap ku ceritakan,terpandang salah oleh mereka. Aku tak paham salahku dimana. Aku tak paham,apakah ceritaku yang salah atau pandangan mereka yang terlalu buruk.

Aku merasa cerita ku hanyalah angin bagi mereka. Atau hanya sebuah kumpulan kalimat yang tidak penting dan pantas untuk dibuang.

Mereka selalu beranggapan salah tentang apa yang ku ceritakan. Mereka selalu bertentangan denganku. Aku tak paham kawan,ayolah. Aku hanya bercerita tentang kehidupanku yang mulai berubah ini. Mulai jauh dari kata ‘BAHAGIA’

Tak inginkah kalian peduli?

Kecewa

Malam pun tiba,namun air mata tetap mengalir deras.

Kali ini,ku rasakan sesuatu yang berbeda tentangmu. 

Kamu begitu menyepelekanku. Layaknya aku tak berharga bagimu. Kamu hilang begitu saja tanpa meninggalkan cerita atau kabar sedikitpun.

Satu pertanyaanku.

Adakah seorang kekasih yang tak merindukan dan khawatir bila kekasihnya hilang bagai tulisan pasir terkena ombak?

Jika ada,mungkin ia manusia terhebat yang diciptakan tuhan.

Aku mencoba menenangkan diriku. Mencoba membuang jauh jauh fikiran burukku tentangmu. Namun,makin lama fikiran ini bukanlah menjauh namun malah menguasai fikiran ini.

Hingga membuat air mata tak kunjung berhenti berderai.

Aku kecewa sungguh kecewa. Seorang kekasih yang kodratnya menjaga dan melindungi,malah mengecewakan dan pergi. Entah aku harus menyalahkan siapa?kamu atau keadaan?

Inikah rindu?

Ketika hati tak dapat menahan..

Ketika hati tak dapat menampung..

Detik demi detik,ku pandangi dirimu dalam foto di handphoneku. Ku pandangi betul betul,ku resapi,seakan hadirmu menjadi nyata.

Ku berbicara seakan ada dirimu di sisi ini. 

Bahkan,air mata terasa ingin mengalir begitu derasnya karena tak mampu menahan.

Dalam doa,ku selipkan rindu ini untukmu. Ku berharap tuhan menyampaikannya padamu. 

Aku merindukanmu..

2015 💙

31 Desember 2015.

Pukul 11.00 WIB.

Saat mendengar tahun 2015,memori otakku langsung memutar pada kejadian yang pernah ada di tahun 2015.

Di awal 2015 lalu,tepat pada bulan januari,aku merasakan patah hati yang super hebat! Pahitnya cinta yang membuat aku depresi selama berminggu minggu. Mencoret kesan pertamaku pada tahun 2015. Menyakitkan! Disitu aku berfikir,mungkin 2015 akan menjadi tahun yang absurd tak berkesan. Menyebalkan!

Depresi itu berpengaruh pada kehidupanku. Hm.. Putus cinta bagi remaja pemikir sepertiku memang sangat berpengaruh. Apalagi putus cinta dari seseorang yang bagiku segalanya 🙂

Tetapi meskipun patah hati dan depresi,aku mencoba memperbaiki keadaan. Mencoba bangkit,mencoba menutupi retaknya hati ini. 

Lalu,pertengahan tahun 2015 diisi dengan ketidak jelasan. Entah senang atau sedih,semua terkesan tidak jelas tak bersudut. Bagai benang kusut tak punya ujung. Tak ada kesan manis atau pahit. Semua berjalan dengan datar. Meskipun depresi yang ku alami pada awal tahun masih membekas hingga saat itu.

Di akhir tahun,aku mulai menemukan titik bangkit benar benar bangkit. Aku telah melupakan dia yang membuatku depresi,aku telah menemukan pengganti yang ku harap lebih baik dari si pembuat depresi itu. Aku mulai merasa semua menjadi berarti. Mulai sangat peka terhadap cinta seorang kekeasih,sahabat dan keluarga. Mulai paham arti cinta. Mulai paham betapa berharganya orang orang yang mencintaiku dengan tulus.  Aku mulai menata kembali kisah cintaku yang sempat dibuat acak acakan oleh dia. Mulai paham segalanya tentang kehidupan. Mulai menemukan titik terang. Mulai beranjak dewasa dengan segala pahaman ❤️

Tahun yang teramat berarti ❤️